UPGRADE IN PROCESS - PLEASE COME BACK AT THE END OF MAY

Literature Pemuda dan Politik: Meme dan Emoji

From BASAsulselWiki
20231115T052006972Z346166.png
0
Vote
Photo source
Author(s)
Category
Public
Reference
Competition
PemudaPemilu1


Add your comment
BASAsulselWiki welcomes all comments. If you do not want to be anonymous, register or log in. It is free.

Elections: Apathy or what?

Description


In English

In Indonesian

Di sebuah negara bernama Andinegara, terdapat sebuah partai politik baru yang menarik perhatian publik. Partai ini bernama Partai Meme, dan anggotanya adalah para pemuda yang hanya peduli pada meme dan emoji.

Pemimpin Partai Meme adalah seorang pemuda bernama Aji. Aji adalah seorang pemuda yang cerdas dan kreatif, tetapi juga lucu dan suka bercanda. Ia percaya bahwa meme dan emoji adalah cara yang efektif untuk berkomunikasi dengan para pemuda.

Pada awalnya, Partai Meme ditertawakan oleh para politisi senior. Mereka menganggap Partai Meme tidak serius dan tidak akan pernah berhasil. Namun, Aji dan para anggota Partai Meme tidak peduli. Mereka terus mempromosikan partai mereka dengan cara yang lucu dan menarik.

Tak lama kemudian, Partai Meme mulai mendapatkan dukungan dari para pemuda. Para pemuda menyukai gaya politik Partai Meme yang santai dan tidak kaku. Mereka juga menyukai cara Partai Meme menggunakan meme dan emoji untuk menyampaikan pesan-pesan politik.

Pada akhirnya, Partai Meme berhasil memenangkan pemilihan umum. Aji menjadi presiden baru Andinegara, dan para anggota Partai Meme menjadi anggota parlemen.

Sebagai presiden, Aji menjalankan pemerintahannya dengan cara yang lucu dan unik. Ia sering menggunakan meme dan emoji untuk menyampaikan kebijakan-kebijakannya. Ia juga sering mengadakan acara-acara politik yang menghibur, seperti kompetisi meme dan tarian TikTok.

Pemerintahan Aji memang tidak sempurna, tetapi ia berhasil membuat politik menjadi lebih menarik dan ramah bagi para pemuda.

Kesimpulan

Cerita ini menunjukkan bahwa pemuda dapat berperan penting dalam politik, bahkan jika mereka hanya peduli pada meme dan emoji. Politik tidak harus selalu serius dan membosankan. Dengan sedikit humor dan kreativitas, politik dapat menjadi lebih menarik dan ramah bagi semua orang.

In Makassar