faktor pembentuk sikap apatisme mahasiswa terhadap pemilu di Indonesia

From BASAsulselWiki
20231110T082038046Z560640.png
0
Vote
Photo source
asset.kompas.com
Author(s)
Category
College/University
Reference
Competition
PemudaPemilu1


Add your comment
BASAsulselWiki welcomes all comments. If you do not want to be anonymous, register or log in. It is free.

Elections: Apathy or what?

Description


In English

Although elections are an opportunity for people to express their opinions on how elections will be conducted and who will hold political power, voter apathy is increasingly causing concern, especially among the younger generation. Given their large numbers, when young people vote, they can determine the election Student apathy towards elections in Indonesia can be influenced by several factors. Several factors can influence student apathy towards elections in Indonesia. First, lack of understanding of the importance of elections. Students who do not understand the importance of elections tend not to care about elections and do not participate in elections. Lack of trust in the political system,  Students who feel distrust in the political system tend to feel that participation in elections will not provide significant changes such as black campaigns, conflicts between parties and so on. Lack of information, students who lack information about elections tend not to care about elections and do not participate in elections. Youth  or students are realistic figures and have high ideals. They will see potential leaders from various aspects. If they don't know the potential leader and don't have a strong reason to vote, they prefer to abstain. The existence of pragmatic culture, pragmatic or instant culture in Indonesia can influence students' apathy towards elections. Students who are accustomed to an instant culture tend to be impatient waiting for the election results and feel that participation in the election will not provide significant changes

In Indonesian

Meskipun pemilu merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya mengenai bagaimana pemilu akan dilaksanakan dan siapa yang akan memegang kekuasaan politik, sikap apatis pemilih semakin menimbulkan kekhawatiran, terutama di kalangan generasi muda. Mengingat jumlah mereka yang besar, ketika generasi muda memilih, mereka dapat menentukan pemilu Sikap apatisme mahasiswa terhadap pemilu di Indonesia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. beberapa faktor yang dapat mempengaruhi sikap apatisme mahasiswa terhadap pemilu di Indonesia. Pertama, Kurangnya pemahaman tentang pentingnya pemilu. Mahasiswa yang kurang memahami pentingnya pemilu cenderung tidak peduli dengan pemilu dan tidak berpartisipasi dalam pemilu.Kurangnya kepercayaan pada sistem politik, Mahasiswa yang merasa tidak percaya pada sistem politik cenderung merasa bahwa partisipasi dalam pemilu tidak akan memberikan perubahan yang signifikan seperti kampanye hitam, konflik antar partai dan lain sebagainya.Kurangnya informasi, Mahasiswa yang kurang mendapatkan informasi tentang pemilu cenderung tidak peduli dengan pemilu dan tidak berpartisipasi dalam pemilu. Pemuda atau mahasiswa adalah sosok yang realistis dan memiliki idealisme yang tinggi. Mereka akan melihat calon pemimpin dari berbagai aspek. Jika tidak mengenal calon pemimpinnya dan tidak memiliki alasan yang kuat untuk memilih, mereka lebih memilih untuk golput. Adanya Budaya pragmatis, Budaya pragmatis atau instan di Indonesia dapat mempengaruhi sikap apatisme mahasiswa terhadap pemilu. Mahasiswa yang terbiasa dengan budaya instan cenderung tidak sabar menunggu hasil pemilu dan merasa bahwa partisipasi dalam pemilu tidak akan memberikan perubahan yang signifikan

In Makassar