From Stigma to Empathy: Reimagining the View of Mental Health

From BASAsulselWiki

This is a Response to the Kesehatan wikithon

20250227T121254421Z014833.jpeg

Kesehatan mental itu penting ki untuk dukung orang dalam maksimalkan potensinya. Tapi sayangnya masih banyak masyarakat yang anggap ki masalah kesehatan mental itu kelemahannya orang. Anggapannya itu naciptakan ki pandangan-pandangan jelek yang bisa tutup matanya masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental untuk orang. Padahal kesehatan mental bukan ki kelemahan, tapi masalah yang sama ki pentingnya sama kesehatan fisik. "Lebaymu deh", " kurang bersyukur ko", atau "baru begitu nangismi", kata-kata ini sering ki didengar dari mulutnya orang lain bahkan dari orang terdekat ta saat coba ki ceritakan masalah kesehatan mental ta. Kata-kata negatif itu jadi alasannya orang malas dan malu akui kondisi psikologisnya dan justru naperparah ki masalah kesehatan mentalnya.

Datanya World Health Organization (WHO) natunjukkan ki data yang mengkhawatirkan, lebih 700.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahun. Kalau di Indonesia, GoodStats napaparkan ki angka bunuh diri sepanjang Januari-Oktober 2024 nasentuh mi angka 1.023 kasus yang disebabkan karena faktor biologis, genetik, psikologis, budaya, dan lingkungan. Angka itu bukan ki sekedar angka statistik, tapi nawakilkan ribuan cerita pribadi yang butuh perhatian dari semua kalangan. Banyak ki cerita yang nda terungkap yang akhirnya terkubur ki sama pemiliknya. Jadi konselor sebaya itu termasuk ki langkah kecil yang berarti yang bisa diambil untuk cegah ki bertambah buruk masalah kesehatan mentalnya orang. Konselor sebaya nda harus dari jurusan atau latarbelakang konseling atau psikologi, tapi cukup ki jadi pendengar yang baik. Sederhana ji didengar, tapi mendengarkan orang dengan tulus dan penuh empati bisa buat ki orang nyaman bagi pikiran dan perasaannya tanpa takut untuk dihakimi. Dalam kondisi terpuruk ki, orang lain datang dengan tulus bilang "baik-baik jko?", " mauko cerita?" itu kaya nakasi setitik cahaya ditengah kegelapan. Dukungan-dukungan verbal atau non verbal yang dikasi ke orang bisa jadi alasannya orang untuk tetap ki bertangah ditengah banyaknya masalah.

Label buruk yang masih banyak tersebar di masyarakat nahalangi orang untuk sembuh dan pulih dari banyaknya permasalahan mentalnya. Penting sekali untuk kita sadar bilang berharga sekali kesehatan mental dan perluki ambil langkah-langkah pencegahan supaya label-label buruk di masyarakat itu bisa ki berkurang perlahan-lahan. Tindakan kecil sesederhana didengar orang dengan baik itu bisaki berperan untuk selamatkan nyawanya orang. Dengan jadi ki konselor sebaya, bisa ki berikan harapan baru untuk orang-orang yang berjuang dan bantu bangun lingkungan yang positif dan mendukung dalam kesehatan mental.

Sumber Gambar: Kompasiana

Kesehatan mental itu penting ki untuk dukung orang dalam maksimalkan potensinya. Tapi sayangnya masih banyak masyarakat yang anggap ki masalah kesehatan mental itu kelemahannya orang. Anggapannya itu naciptakan ki pandangan-pandangan jelek yang bisa tutup matanya masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental untuk orang. Padahal kesehatan mental bukan ki kelemahan, tapi masalah yang sama ki pentingnya sama kesehatan fisik. "Lebaymu deh", " kurang bersyukur ko", atau "baru begitu nangismi", kata-kata ini sering ki didengar dari mulutnya orang lain bahkan dari orang terdekat ta saat coba ki ceritakan masalah kesehatan mental ta. Kata-kata negatif itu jadi alasannya orang malas dan malu akui kondisi psikologisnya dan justru naperparah ki masalah kesehatan mentalnya.

Datanya World Health Organization (WHO) natunjukkan ki data yang mengkhawatirkan, lebih 700.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahun. Kalau di Indonesia, GoodStats napaparkan ki angka bunuh diri sepanjang Januari-Oktober 2024 nasentuh mi angka 1.023 kasus yang disebabkan karena faktor biologis, genetik, psikologis, budaya, dan lingkungan. Angka itu bukan ki sekedar angka statistik, tapi nawakilkan ribuan cerita pribadi yang butuh perhatian dari semua kalangan. Banyak ki cerita yang nda terungkap yang akhirnya terkubur ki sama pemiliknya. Jadi konselor sebaya itu termasuk ki langkah kecil yang berarti yang bisa diambil untuk cegah ki bertambah buruk masalah kesehatan mentalnya orang. Konselor sebaya nda harus dari jurusan atau latarbelakang konseling atau psikologi, tapi cukup ki jadi pendengar yang baik. Sederhana ji didengar, tapi mendengarkan orang dengan tulus dan penuh empati bisa buat ki orang nyaman bagi pikiran dan perasaannya tanpa takut untuk dihakimi. Dalam kondisi terpuruk ki, orang lain datang dengan tulus bilang "baik-baik jko?", " mauko cerita?" itu kaya nakasi setitik cahaya ditengah kegelapan. Dukungan-dukungan verbal atau non verbal yang dikasi ke orang bisa jadi alasannya orang untuk tetap ki bertangah ditengah banyaknya masalah.

Label buruk yang masih banyak tersebar di masyarakat nahalangi orang untuk sembuh dan pulih dari banyaknya permasalahan mentalnya. Penting sekali untuk kita sadar bilang berharga sekali kesehatan mental dan perluki ambil langkah-langkah pencegahan supaya label-label buruk di masyarakat itu bisa ki berkurang perlahan-lahan. Tindakan kecil sesederhana didengar orang dengan baik itu bisaki berperan untuk selamatkan nyawanya orang. Dengan jadi ki konselor sebaya, bisa ki berikan harapan baru untuk orang-orang yang berjuang dan bantu bangun lingkungan yang positif dan mendukung dalam kesehatan mental.

Sumber Gambar: Kompasiana

Kesehatan mental menjadi hal yang penting untuk mendukung seseorang dalam mengoptimalkan kemampuan atau potensinya. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa masalah kesehatan mental merupakan bentuk kelemahan pribadi. Anggapan ini menciptakan stigma buruk yang dapat menutup mata masyarakat terkait pentingnya kesehatan mental bagi seseorang. Padahal kesehatan mental bukanlah suatu kelemahan, melainkan permasalahan yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. “Lebay banget sih”, “kamu kurang bersyukur”, atau “gitu aja nangis”, ungkapan yang masih sering kita dengar dari mulut orang lain bahkan orang terdekat, saat mencoba untuk mengungkapkan permasalahan kesehatan mental yang kita alami. Ungkapan negatif tersebut menjadi alasan kuat seseorang enggan dan merasa malu untuk mengakui kondisi psikologisnya dan justru memperparah masalah kesehatan mentalnya.

Data World Health Organization (WHO) menunjukkan data yang mengkhawatirkan, yakni lebih dari 700.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri, GoodStats memaparkan angka bunuh diri sepanjang Januari-Oktober 2024 menyentuh angka 1.023 kasus yang dilatarbelakangi oleh faktor biologis, genetik, psikologis, budaya, dan lingkungan. Angka tersebut bukan hanya sekedar angka statistik, melainkan mewakili ribuan cerita pribadi yang membutuhkan perhatian dari berbagai kalangan. Banyak cerita tidak terungkap yang berakhir pada terkuburnya cerita tersebut bersama pemiliknya. Menjadi konselor sebaya merupakan langkah kecil penuh makna yang bisa kita lakukan untuk mencegah bertambah buruknya masalah kesehatan mental pada seseorang. Konselor sebaya tidak harus berasal dari latar belakang konseling atau psikologi, tapi cukup menjadi pendengar yang baik. Terdengar sederhana, namun mendengarkan dengan tulus dan penuh empati dapat membuat seseorang merasa nyaman untuk berbagi pikiran dan perasaan tanpa takut dihakimi. Dalam kondisi terpuruk, seseorang datang dengan tulus mengatakan “apakah kamu baik-baik saja?”, “mau cerita tidak?” seolah memberikan setitik cahaya ditengah kegelapan. Dukungan-dukungan verbal maupun non verbal yang diberikan dapat menjadi alasan seseorang untuk tetap bertahan diantara riuhnya permasalahan.

Stigma buruk yang masih bertebaran di masyarakat mengahalangi akses seseorang untuk pulih dari berbagai permasalahan kesehatan mental yang dialami. Penting bagi kita untuk menyadari betapa berharganya kesehatan mental dan mengambil tindakan-tindakan preventif agar stigma-stigma buruk pada masyarakat perlahan dapat terkikis. Tindakan kecil sesederhana mendengarkan dengan baik dapat berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa seseorang. Dengan menjadi konselor sebaya, kita dapat memberikan harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang, serta membangun lingkungan yang lebih positif dan mendukung bagi kesehatan mental.

Sumber Gambar: Kompasiana

Mental health is important to support a person in optimizing their abilities or potential. Unfortunately, there are still many people who think that mental health problems are a form of personal weakness. This assumption creates a bad stigma that can close people's eyes regarding the importance of mental health for a person. In fact, mental health is not a weakness, but a problem that is as important as physical health. "It's too much", "you're not grateful enough", or "you're just crying", are phrases that we still often hear from the mouths of others and even those closest to us, when trying to express the mental health problems we experience. These negative phrases become a strong reason for someone to be reluctant and feel ashamed to admit their psychological condition and actually exacerbate their mental health problems.

World Health Organization (WHO) data shows alarming data, namely more than 700,000 people die from suicide every year. In Indonesia alone, GoodStats explained that the suicide rate during January-- -October 2024 touched the figure of 1,023 cases with biological, genetic, psychological, cultural and environmental backgrounds. These are not just statistics, but represent thousands of personal stories that require attention from various groups. Many untold stories end up buried with their owners. Becoming a peer counselor is a small but meaningful step we can take to prevent mental health problems from worsening. Peer counselors do not have to come from a counseling or psychology background, but simply be good listener. It sounds simple, but listening sincerely and empathetically can make someone feel comfortable to share their thoughts and feelings without fear of judgment. -In a downturn, someone sincerely saying "are you okay?", "do you want to tell me?" as if giving a speck of light in the midst of darkness. The support-- -verbal and non-verbal support provided can be the reason for someone to survive among the chaos of problems.

The bad stigma that still exists in society hinders a person's access to recovery from various mental health problems experienced. -It is important for us to realize the value of mental health and take preventive- -actions so that the stigma can slowly erode. Small actions as simple as listening well can contribute to saving someone's life. By becoming peer counselors, we can give new hope to those who are struggling, and build a more positive and supportive environment for mental health.

Sumber Gambar: Kompasiana

Affiliation
Universitas Negeri Makassar
Age
16-21

What do you think about this response?

0
Vote

Comments below!


Shiddiq071203

27 days ago
Score 2++
Setuju, dengan menjadi konselor sebaya, stigma negatif masyarakat terkait penyakit mental dapat berangsur-angsur berkurang.

Humanrelations24

27 days ago
Score 2++
wahh manyaAllah bermanfaat sekalii esai ini untuk mengubah stigma orang-orang

Jumardhi18

27 days ago
Score 2++
Informasinya sangat bermanfaat untuk kedepannya terkhususnya bagi mereka yg butuh perhatian dari seseorang

Ikhsan.ian01

27 days ago
Score 2++
Informasinya sangat bermanfaat, terima kasih

Iswarpatton

27 days ago
Score 2++
Informasi ini menekankan pentingnya dukungan sosial, seperti menjadi pendengar yang baik, dalam mengatasi masalah kesehatan mental. Tindakan sederhana ini bisa memberi harapan dan membantu mengurangi stigma negatif, menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi mereka yang membutuhkan.

Muhalifullah32

27 days ago
Score 2++
Masyallah keren sekali esainya, membuka wawasan baru bahwa kata kata yang kita anggap sepele di kehidupan sehari hari, ternyata sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental

Anonymous user #1

27 days ago
Score 2 You
Maasyaa Allah luar biasa semoga sukses

Karimannisa0108

27 days ago
Score 2++
Masya Allah, bagus sekali

Akunuser345

27 days ago
Score 2++
🔥🔥🔥🔥

Nurulilmihas

27 days ago
Score 1++
informasi yang cukup relevan dengan siklus kehidupan saat ini, dan marak terjadi dimasyarakat, stigma kesehatan mental juga perlu untuk di edukasi kan dan hal diatas cukup membantu untuk mengubah pola pikir masyarakat terkait kesehatan mental

Mr.firmanpranoto

27 days ago
Score 1++
informatif

Rahma230703

27 days ago
Score 1++
Keren polllllll

Anonymous user #1

27 days ago
Score 1 You
issue kesehatan mental (khususnya diranah sekolah-kuliah) perlu lebih di naikkan agar pemerintah dapat memberikan kebijakan yang terarah guna meningkatkan pengetahuan warga Indonesia bahwasanya MENTAL ISSUES itu dimiliki setiap orng dan semua bisa diatasi dengan konsultasi ke layanan yang tepat

Anonymous user #1

27 days ago
Score 1 You
informasi yang diberikan sangat informatif dan relevan. stigma kesehatan mental kadang tidak dipedulikan. maka dari itu butuh edukasi ke masyarakat untuk mengubah pola pikir tersebut

Yayattlain

27 days ago
Score 1++
Kerennnn 🤩🤩

Adikakaksendi1992

27 days ago
Score 1++
Such a beautiful information... Thanks for the narrator ❤

Purnandans

27 days ago
Score 1++
Terima kasih karena topik ini menarik perhatian saya untuk lebih memperhatikan kesehatan mental orang di sekitar saya.

Farhathzuhair03

27 days ago
Score 1++
keren, tulisan ini sanagt informatif sekali, memberikan saya perspektif yang kuat tentang kesehatan mental, kerenn🔥🔥🔥

Andiseptianasyabatina

27 days ago
Score 1++
Informasi yang menarik dan bermanfaat

Anonymous user #1

27 days ago
Score 1 You

Informasi yang sangat membantu sekalii. Setelah membaca ini, semakin pahamka kalau kesehatan mental itu penting sekali.

Sering sekali ditemui memang orang-orang yang memberi respon yang kurang tepat. Semoga kedepannya banyak orang yang sadar dan lebih berempati lagi.

Yourmind378

27 days ago
Score 1++
Keren banget, meningkatkan awareness kita terhadap mental health🔥🔥

Anggunnrpdl18

27 days ago
Score 1++
luarbiasa, informasinya sangat penting dan sangat bermanfaat

Marsyaadel03

27 days ago
Score 1++
Informasi yang menarik dan keren 👏

Anonymous user #1

27 days ago
Score 1 You
informasi yg keren

Adilahzakiyyahkartini3

27 days ago
Score 1++
Masyaa Allah. kerenn puoolll

Nurikhzan2001

27 days ago
Score 1++
Informasinya sangat menarik

Naufalalgani964

27 days ago
Score 1++
mantap mantap tawwa

Nuranbiyaai

27 days ago
Score 2++
kerennnn😻😻

Nurannisahafid22

27 days ago
Score 1++
Wah informasi yang sangat berguna 🥰

Naufalzulfiqh

27 days ago
Score 1++
keren banget, ada bbrp aspek untuk mencapai kesehatan mental, edukasi seperti ini memang yang diperlukan untuk merubah stigma publik

Andiaura867

27 days ago
Score 1++
Essay ini benar-benar membuka mata, kesehatan mental sering kali diabaikan, padahal dampaknya sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Penting untuk lebih peduli terhadap diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Terima kasih sudah menyuarakan hal ini. semangattt terusss

Atikatahira23

27 days ago
Score 1++
Masya allah, luas biasa😍

Zalsabilazeyka

27 days ago
Score 1++
informasinya sangat bermanfaat, gaperlu ragu buat cerita ama orang terdekat ya guys🤩

Murniramadani115

27 days ago
Score 1++
MasyaAllah yang semangat sayang

Fitrianinur1006

27 days ago
Score 1++
Kerennnnnnn🥳

Nurulazikra01

27 days ago
Score 1++
MashaAllah keren sekaliii informasi yang sangat berguna untuk kita semua✨🤩🫂

Anonymous user #1

27 days ago
Score 1 You
Semnagatttt!!!!

Virgiawanramadhan01

27 days ago
Score 1++
Wahhhh, sangat menarik banget, bisa tanpa ragu untuk cerita ke siapapun

Marangnurhidayat

27 days ago
Score 0++
Menarik banget nih, informasi baru yang bisa di dapatkan🔥🔥🔥

Karimannisa0108

27 days ago
Score 1++
Masha Allah keren bangett, informasi yg diberikan sangat berguna

Ikaliqram

27 days ago
Score 1++
Wah Masya Allah sangat bermanfaat

Melisaputriandini6

27 days ago
Score 1++
Kerenn, informasinya sangat bermanfaatt

Hikmahsr99

27 days ago
Score 1++
Wawww ini bisa jadi referensi bagi siapapun agar masyarakat kedepan nya dapat lebih sadar akan kesehatan mental , terima kasih info nya🫶🏻🌷

Rahmatsurianto199

26 days ago
Score 1++
esai yg sangat informatif, analitis, & edukatif.💯

Imeldaimedla

26 days ago
Score 1++
what a great information. tulisan ini harus sampai ke banyak orang!

Nadyanurafiifah11

26 days ago
Score 1++
An amazing essai, semoga essai ini bisa menjadi edukasi dan memberikan dampak yang baik buat masyarakat luass🔥✨

Anaerriy422

26 days ago
Score 1++
Keren banget😍

Ayus59547

26 days ago
Score 1++
maa syaa Allah kerenn banget

Muhhendrik11

26 days ago
Score 1++

Mantap...

Terus berkarya dan berdampak

Falbatuul

26 days ago
Score 1++
Sederhana, tapi bermakna. Jadilah pendengar yang baik. essay yang bijakk, ditunggu karya selanjutnya!
Add your comment
BASAsulselWiki welcomes all comments. If you do not want to be anonymous, register or log in. It is free.